Vagina Berubah Karena Menua Tapi 5 Hal Ini Mempercepatnya

Vagina Berubah Karena Menua Tapi 5 Hal Ini Mempercepatnya – Sebenarnya adalah normal jika vagina perempuan berubah karena penambahan usia. Namun ada 5 (lima) hal yang membuatnya mengalami penuaan dini. Wajah bukan lah satu-satunya bagian tubuh yang akan berubah seiring berjalannya waktu. Seperti halnya bagian tubuh kita lainnya, vagina juga mengalami perubahan saat kita melewati beberapa dekade kehidupan. Vulva kita mungkin saja menipis dan kehilangan daya elastisitasnya, misalnya otot tonus yang mungkin saja berkurang dan fluktuasi kadar hormon yang dapat mengubah tingkat lubrikasi alami kita.

Namun, kebiasaan tertentu dapat menyebabkan perubahan ini terjadi lebih cepat. Nampaknya tidak ada yang salah dengan hal ini. Namun beberapa kemungkinan akan mengganggu kesehatan seksual kita. Bagaimanapun, perlu mengatasi perubahan ini agar seks terasa lebih baik, mengurangi ketidaknyamanan akibat iritasi dan membantu mencegah mengompol karena penurunan otot tonus.

Berikut adalah 5 (lima) faktor yang dapat mengancam usia vagina kita dan mengalami penuaan dini serta apa yang dapat kita lakukan untuk mengatasinya :

Melakukan  Latihan / Olahraga

Duduk sepanjang hari tidak akan membantu kesehatan vagina kita, kata Prudence Hall, MD; pendiri dan direktur medis The Hall Center di Santa Monica, California, Amerika Serikat. Penurunan otot tonus di bagian tubuh kita yang mana saja adalah tanda penuaan. Ketika hal ini terjadi pada vagina kita, salah satu akibatnya adalah inkontinensia urin dimana ada kebocoran air seni ketika kita bersin atau tertawa. Nah, bagaimana cara memperbaiki otot tonus? Bergeraklah!

Kegiatan rutin apapun seperti berjalan, angkat beban, yoga, pilates akan meningkatkan massa otot tubuh kita termasuk otot bagian bawah, Olahraga juga dapat meningkatkan sirkulasi secara keseluruhan termasuk aliran darah yang sehat ke vagina. Ini akan membuat kita menjadi lebih responsif di tempat tidur dan lebih mudah terangsang.

Tidak Berkelamin

Mungkin kita sudah tahu bahwa berkelamin adalah hal yang baik bagi tubuh. Tetapi melakukannya secara teratur akan membantu menjaga kondisi vagina tetap prima. Gairah dapat meningkatkan aliran darah ke daerah panggul. Seks dan orgasme membuat otor vagina seperti melakukan olahraga. Tentu saja sesekali tidak berkelamin tidaklah perlu dikhawatirkan. Namun pada jangka waktu yang lama tanpa melakukannya akan mempengaruhi kesehatan dan pelumas vagina.

Karena perempuan berhak memiliki kehidupan seks yang sehat, lakukanlah selagi bisa seperti berdiskusi dengan pasangan tentang posisi baru yang akan dicoba dan memperluas repertoar ke seks oral dan variasi lain. Anda dapat juga melakukan masturbasi dengan tangan Anda sendiri atau dengan vibrator. “Berikan diri untuk mendapatkan orgasme dan jika mungkin orgasme yang hebat,” kata Dr. Hall.

Melahirkan

Alam merancang vagina untuk dapat dilalui oleh bayi mungil. Ini adalah hal yang sangat luar biaa. Tetapi biarkan hal ini terjadi dengan aman dan vagina harus meregang beberapa kali. Hasilnya bisa saja kita kehilangan massa otor. Bahkan dapat memicu terjadinya inkontensia urinari serta membuat kegiatan seksual terasa berbeda. Kanal vagina mungkin terasa lebih lebar dan longgar sehingga tidak dapat mencengkeram dengan kuat.

“Banyak wanita yang perlu memperbaiki otot-otot ini setelah masa kehamilan,” kata Dr. Hall. Latihan kegel adalah salah satu strateginya. Mengepalkan otot-otot yang mengontrol saluran kencing dapat meningkatkan tonus vagina. Angkat otot pinggul serta latihan plank juga membantu. Saat melakulan gerakan plank, kita juga meremas bagian vagina, jelasnya. Atau lakukan serangkaian latihan pengencangan khusus vagina yaitu dengan berdiri dengan satu tangan memegang meja dan tendang satu kaki ke belakang. Saat meremas pantat maka vagina akan tercengkeram juga.

Mengkonsumsi obat-obatan tertentu

Beberapa jenis obat untuk mengatasi gejala alergi dan hidung tersumbat dengan mengeringkan sinus dijual bebas. Namun dalam proses mengobatinya, jenis obat-obatan ini juga dapat mengeringkan vagina, cata Dr. Hall. Kekeringan vagina adalah sesuatu yang banyak dialami oleh perempuan ketika mereka memasuki masa perimenopause dan kemudian menopause. Hal ini dikarenakan menurunnya produksi estrogen secara alami.

Penggunaan obat-obatan dengan steroid juga dapat menipiskan kulit vagina yang semestinya secara alamiah akan terjadi saat menopause. Kulit vagina yang menipis dapat membuat kita lebih rentan terhadap iritasi. Jika obat-obatan ini dapat mengeringkan atau menipiskan kulit vagina, segera diskusikan dengan dokter untuk mendapatkan alternatif dalam mengatasi gelaja yang ada baik dengan merubah gaya hidup ataupun mengubah pengobatan.

Menggunakan tisu atau semprotan vagina

Ada lorong di toko obat langganan kita yang berisi produk-produk kesehatan alat kelamin wanita seperti semprotan, tisu vagina, krim anti gatal dan deodoran. Namun sebenarnya vagina kita tidak membutuhkan produk-produk ini. Bahkan menggunakannya dapat menyebabkan kerusakan atau meningkatkan potensi menipis dan keringnya lapisan vagina seperti proses menopause alami. Ini akan membuat kita lebih rentan terhadap iritasi bahkan infeksi.

Jadi, jika dokter tidak merekomendasikan produk tertentu, janganlah digunakan. Lakukan hal sederhana untuk merawat vagina. Misalnya gunakan sabun yang lembut serta air untuk membersihkan vulva kita Lakukan tes IMS secara teratur bagi pelaku poligami dan gunakan kondom sehingga pasangan tidak membawa bakteri dan virus masuk ke dalam vagina, tambah Dr. Hall.s

 

Sumber: Health.com

Penulis : Jessica Migala

Gambar : www.pixabay.com

 

Share This:

Leave a Reply

error: Content is protected !!