Tip Memperbaiki Tali Persahabatan Yang Putus

Tip Memperbaiki Tali Persahabatan Yang Putus – Persahabatan yang telah terjalin bertahun-tahun bisa tiba-tiba terputus karena berbagai penyebab. Jangan biarkan masalah ini berlarut-larut. Perbaiki kembali hubungan dengan tip-tip yang telah dirangkum oleh Ayu Martha dan Helen Simarmata.

TEMUKAN ALASAN

Memperbaiki tali persahabatan yang putus memang tidak mudah tetapi bukan berarti tidak bisa dilakukan. Hal pertama yang harus dilakukan adalah mencari kepastian apa yang menyebabkan persahabatan terganggu. Percuma minta maaf kalau kita tidak bisa menjelaskan untuk apa permintaan maaf itu. Yang terjadi bisa-bisa pertengkaran semakin hebat.

BERBICARA

Katakan dan tunjukkan apa yang terjadi. Ungkapkan juga bagaimana kita ingin tetap bersahabat dengannya. Sebutkan hal-hal yang dirindukan dari kebersamaan itu. Jika perlu, tunjukkan perasaan dengan menangis atau memeluk. Tapi ingat, jangan dibuat-buat. Semua harus jujur dan tulus dari dasar hati paling dalam.

AMBIL INISIATIF

Untuk memperbaiki tali persahabatan yang telah putus, bersikap tenang dan terbuka sangat penting. Jadilah pendengar yang baik. Tak perlu bersikap defensif karena hanya akan membuat sahabat melakukan hal serupa. Kalau itu terjadi, makin sulit bagi kita untuk mengembalikan persahabatan.

BERBICARA BLAK-BLAKAN

Jika memungkinkan, ajaklah sang sahabat untuk duduk bersama dan membahas masalah yang ada. Tapi tidak perlu langsung mengajak bertemu begitu ada masalah. Beri waktu agar semuanya tenang dulu. Saat bertemu, jadilah pendengar yang baik. Kalau ingin berkomentar atau berbicara, lakukanlah dengan tulus. Tak perlu berpura-pura. Selipkan humor agar suasana bisa mencair. Tapi tentu perhatikan dulu situasi dan kondisi.

BERSIKAP PENGERTIAN

Mari belajar untuk melihat dari sudut pandang orang lain. Tidak mudah memang untuk mengerti orang lain. Tapi kita harus mencoba. Termasuk mencoba mengerti alasan atau penyebab persahabatan bisa jadi retak seperti itu. Untuk mencoba mengerti sahabat, kadang kita perlu berbicara dengan teman atau keluarganya yang lain. Namun, berhati-hatilah. Tidak semua orang dekat si sahabat bisa kita percaya. Jangan-jangan situasi tidak mengenakkan ini malah dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi. Atau bisa aja ucapan kita dimanupulasi atau dipelintir sehingga memperkeruh suasana, Jadi kalau Anda tidak yakin benar, sebaiknya tidak melibatkan orang di luar Anda dan sahabat.

BELAJAR DARI KESALAHAN

Pertengkaran dan perselisihan dengan sahabat pasti membuat perasaan tidak enak. Tapi, apapun yang tengah terjadi sekarang tak perlu disesali. Kesalahan dalam hidup justru memberi pelajaran dan membuat kita semakin kuat. Yang terpenting, belajarlah dari kesalahan agar tidak terulang lagi di kemudian hari.

HARUS GIGIH DAN SABAR

Membangun kembali tali persahabatan yang sudah putu membutuhkan banyak waktu dan usaha. Dalam hal ini, kesabaran kita sangat dibutuhkan untuk membuat usaha itu berhasil. Hubungan yang sudah terlanjur buruk tidak mungkin bisa diperbaiki dalam semalam. Tapi jika kita berusaha dengan gigih dan tulus, percayalah, semua akan kembali seperti semula.

BERSIKAP FLEKSIBEL

Terkadang persahabatan sulit diprediksi, Anda tidak pernah tahu kapan akan terjadi masalah. Contohnya seperti ini: dalam suatu persahabatan biasanya ada perbedaan peran. Ada yang berperan sebagai si Pendengar atau si Pembicara. Atau yang satu selalu lebih berinisiatif untuk mengajak bertemu, yang lain tinggal ikut.

Awalnya semua berjalan mulus dan lancar. Namun, lama-kelamaan bisa saja mulai timbul ketidaknyamanan. Ketidaknyamanan itulah yang berpotensi menimbulkan masalah. Untuk mengatasinya, bersikaplah fleksibel. Kalau memang merasa tidak nyaman, katakan saja. Coba lakukan yang beda sekali-kali.

JAGA JARAK

Kita sudah berkali-kali mencoba melakukan pendekatan kepada sahabat untuk menyelesaikan masalah yang ada. Tapi, dia malah mengacuhkan dan tidak memberi reaksi positif. Tidak perlu langsung emosi atau berburuk sangka. Mungkin saja sahabat butuh waktu sedikit lebih lama lagi untuk menyingkirkan amarah dan kekecewaannya. Salah satu solusi yang bisa ditawarkan adalah masing-masing menjauh dulu untuk beberapa saat. Misalnya jangan bertemu sama sekali selama dua minggu atau satu bulan.

Mungkin kita dan sahabat hanya butuh ruang dan waktu untuk diri sendiri. Saat berjauhan itulah nanti masing-masing pihak akan menyadari betapa sahabatnya sangat berarti bagi kehidupannya. Ruang, jarak atau waktu itu juga akan memberi kesempatan pada kita untuk sedikit menarik napas. Mungkin selama ini persahabatan yang terlalu erat membuat kita sulit melihat secara obyektif.

RESOLUSI BERSAMA

Buatlah kesepakatan bersama. Misalnya: apa yang tidak boleh diulang, sikap seperti apa yang harus dipertahankan dan lain-lain. Ini juga bukan langkah mudah. Seringkali orang gagal menemukan kesepakatan karena masing-masing hanya memikirkan diri sendiri atau memaksa orang lain untuk menerima pandangan dan opini pribadinya.

Menurut trio penulis buku psikologi Difficult Conversation : How to Say What Matters Most, Douglas Stone, Bruce Patton dan Sheila Haen; langkah yang paling dianjutkan adalah memberi kesempatan pada sahabat untuk menjelaskan sudut pandangnya. Dengan begitu, kita sudah membentuk suasana kondusif untuk membuat kesepakatan bersama.

MENERIMA KENYATAAN

Tidak ada yang abagi di dunia. Semua bisa berubah, termasuk hubungan kita dengan sahabat. Jika berbagai cara sudah diupayakan tapi tidak juga ada perbaikan, mungkin saatnya untuk menerima kenyataan. Kenyataan bahwa persahabatan kita sudah tidak bisa dipertahankan lagi. Jika dipaksakan, belum tentu berhasil. Bisa jadi, perpisahan lebih baik bagi kedua belah pihak.

 

Sumber : Majalah Sekar, Edisi 18/12, 18 April – 2 Mei 2012

Share This:

Leave a Reply

error: Content is protected !!