Plus Minus Anak Semata Wayang

Plus Minus Anak Semata Wayang – Banyak orang tua yang lebih suka memiliki anak satu saja. Di pihak lain, anak semata wayang atau anak tunggal selain memiliki keuntungan tetapi juga kerugian terutama dari sisi psikologi.

Semakin lama semakin banyak kecenderungan pasangan muda yang lebih memilih mempunyai seorang anak saja. Kecenderungan ini pernah diungkap sebuah penelitian yang dilakukan oleh Institusi Psikologi Amerika Serikat, di tahun 2001 yang dilanjutkan dengan mencari tahu tingkat intelegensi, kemampuan, hubungan pertemanan, popularitas dan kepercayaan diri seorang anak, dengan hubungannya terhadap jumlah anak dalam keluarga.

Untuk penelitian pertama, para pakar menemukan bahwa meningkatnya jumlah pasangan yang memiliki anak sedikit sebagian besar disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor ekonomi dan juga pendidikan yang semakin mahal. Di samping itu juga ada alasan lain seperti banyaknya kasus perceraian, krisis ekonomi serta sulitnya lapangan pekerjaan. Faktor ingin meningkatkan karier umumnya diberikan oleh para responden wanita yang ingin memiliki sedikit anak.

Pada penelitian selanjutnya ditemukan bahwa seorang anak yang dilahirkan sebagai anak tunggal mempunyai beberapa keuntungan dan juga kerugian dalam perkembangan psikologisnya dibandingkan anak-anak yang memiliki saudara kandung. Berikut diantaranya :

INTELEGENSI

Meskipun hasil penelitian ini masih belum sepenuhnya dapat diyakini, namun mereka menyebutkan bahwa anak tunggal (serta anak sulung) umumnya memiliki intelegensi lebih tinggi dibandingkan dengan anak-anak yang lahir kemudian. Hal ini dikaitkan dengan terfokusnya perhatian orang tua dalam mengupayakan perkembangan otak serta kemampuannya. Makin banyak anak yang dimiliki, orang sudah mulai teralihkan perhatiannya dan kurang melakukan stimulasi.

RASA PERCAYA DIRI

Penelitian ini juga menemukan bahwa sebagian besar remaja yang terlahir sebagai anak pertama, anak bungsu dan anak tunggal, umumnya memiliki rasa percaya diri lebih tinggi dibandingkan dengan anak tengah. Disimpulkan bahwa anak pertama, anak bungsu, maupun anak tunggal ini sangat tergantung dari peran orang tua.

KEUNTUNGAN ANAK TUNGGAL

Data yang ada mengindikasikan adanya perbedaan tipis antara anak tunggal dengan anak-anak lainnya dalam pencapaian tingkat intelegensi dan kemampuan kognitif serta hubungan interpersonal. Anak tunggal diuntungkan dengan status mereka yang spesial, seperti lebih banyak mendapatkan perhatian orang tua, bebas dari persaingan (sibling rivalry) dan dibanding-bandingkan dengan saudara kandung, serta hubungan persaudaraaan yang lebih dekat karena sedikitnya kerabat yang mereka miliki.

KEMAMPUAN KOGNITIF

Kemampuan kognitif (baik akademik dan lainnya) anak tungggal dideteksi lebih tinggi  dibandingkan dengan anak tengah. Pada intinya, kemampuan kognitif ini terpacu oleh standar perilaku tinggi orang tua pada anak tunggal (atau anak pertama) mereka.

KURANG MEMILIKI HUBUNGAN DENGAN ORANG LAIN

Di balik keunggulan yang dimiliki anak tunggal, penelitian ini juga menunjukkan bahwa mereka mengalami kesulitan menjalin hubungan dengan orang lain maupun dengan teman sebaya.  Mereka kurang suka mengikuti berbagai kegiatan organisasi, tidak banyak teman serta jarang hadir di berbagai acara sosial. Mereka lebih suka berteman akrab dengan satu atau dua orang saja. Selalu berambisi untuk menjadi pemimpin dan mengaku hidup mereka  penuh dengan kepuasan serta kebahagiaan.

POPULAR DI LINGKUNGANNYA

Pada beberapa kasus, anak tunggal dan anak sulung sulit berinteraksi dan menghargai orang lain dibandingkan dengan anak tengah. Di lain kasus, mengindikasikan bahwa anak tunggal maupun anak bungsu (bebas gender) lebih disukai teman-temannya. Semua itu, sekali lagi, dipulangkan pada peran stimulasi orang tua.

 

Penulis : Rahmi

Sumber : Majalah Mingguan Lisa N0. 46/V/11-17 Nov 2004

Share This:

Leave a Reply

error: Content is protected !!