MSG, Mitos atau Fakta

MSG, Mitos atau Fakta – Tentunya kita sudah akrab sekali dengan kata-kata MSG. Apakah MSG itu? MSG adalah singkatan dari Monosodium glutamate, sebuah zat kimia yang terdiri dari natrium, glutamat dan air. MSG ini merupakan hasil fermentasi zat tepung dan tetes tebu dimana proses fermentasi ini akan mengolah karbohidrat dari bahan-bahan tersebut menjadi glutamat.

Di pasar bebas, MSG ini dikenal dengan nama vetsin atau penyedap rasa karena memang fungsinya untuk menambah kesedapan rasa pada makanan yang kita masak ataupun kita makan . Biasanya MSG ini akan memberikan rasa lebih gurih pada makanan. Namun kehadiran MSG adalah sebuah kontroversi karena sebagian orang memang menggunakannya tetapi sebagian orang lagi menyebutkan bahwa MSG adalah bahan berbahaya bagi kesehatan.

Jadi MSG, Mitos atau Fakta perlu kita pelajari lebih lanjut. Berikut adalah beberapa hal yang mungkin dapat menambah wawasan bagi kita dalam menyikapi MSG pada makanan yang kita masak ataupun kita makan.

 

MSG BISA DIGANTI DENGAN GULA DAN GARAM

Faktanya : Menurut dr, Johanes Chandrawinata, MND, SpGK dari Melinda Hospital Bandung, Food and Drug Administration (Badan Pengawasan Makanan dan Obat-obatan) di Amerika Serikat telah menyatakan bahwa MSG itu aman untuk dikonsumsi asalkan dalam porsi yang wajar.

Boleh saja menggantinya dengan garam asalkan porsinya juga disesuaikan dengan kebutuhan kita. Karena kita hanya memerlukan 1 (satu) sendok teh garam setiap harinya, lebih dari itu dapat memicu terjadinya hipertensi. Mungkin dengan alasan makanan bebas MSG, kita malah menambahkan garam ke dalam makanan kita dengan jumlah yang berlebihan.

Sedangkan untuk gula, konsumsi maksimal harian menurut American Heart Association (AHA) adalah 150 kalori setara dengan 37,5 gram atau 9 sendok teh untuk pria dan 100 kalori atau setara dengan 25 gram atau 6 sendok teh untuk wanita. Dan ini dihitung termasuk dalam semua makanan dan gula olahan yang kita konsumsi setiap harinya.

 

MSG PENYEBAB TIMBULNYA CHINESE RESTAURANT SYNDROME (CRS)

Fakta : Istilah Chinese Restaurant Syndrome ini muncul setelah adanya seorang dokter di Amerika Serikat yang mengalami mual, pusing dan muntah setelah makan di restoran makanan Cina. Menurut informasinya, ini adalah akibat makanan cina tersebut mengandung MSG yang berlebihan. Gejala yang dirasakannya adalah nyeri di dada, kesemutan di wajah, leher dan lengan lalu mual dan mengantuk,

Tetapi berbagai penelitian ilmiah tidak menemukan adanya kaitan MSG dengan sindrom tersebut. Rasa tidak nyaman setelah mengkonsumsi MSG kemungkinan adalah karena reaksi negatif akibat alergi. Lagi pula, reaksi negatif MSG baru akan muncul jika kita mengkonsumsinya sebanyak 3 (tiga) gram atau lebih dalam kondisi perut kosong.

 

CAMILAN DENGAN MSG MEMBUAT HAUS DAN DAYA KERJA OTAK MELEMAH

Fakta : Selain mengandung MSG, pada umumnya camilan mengandung garam. Akibat asupan garam yang berlebihan ini, kadar natrium dalam darah meningkat dan memicu rasa haus. Rasa enak yang didapat dari camilan dengan MSG membuat kita malas mengkonsumsi makanan lain yang lebih sehat seperti buah. Karena itu bisa saja tubuh kita menjadi kurang gizi. Padahal gizi buruk dapat membuat kita kurang dapat berkonsentrasi.

 

JIKA MEMBELI MAKANAN INSTAN ATAU DALAM KALENG, PILIHLAH YANG BEBAS MSG

Fakta :  Jangan terlalu percaya pada iklan. Terkadang karena saking takutnya dengan resiko mengkonsumsi MSG, tidak sedikit produk bumbu masak, saus, kecap dan makanan instan yang mengklaim kandungan didalamnya bebas MSG. Padahal jika diteliti lebih jauh, ujung-ujungnya produk-produk tersebut tetap saja menggunakan MSG.

Periksalah komposisi bahan pada kemasan, Biasanya produk-produk tersebut menggunakan flavor enhancer yang kandungan dan manfaatnya sama saja dengan MSG.  Apalagi sup dalam kaleng, cenderung memiliki kandungan garam yang tinggi, lemak tak jenuh, pengawet dan nilai gizinya cenderung rendah.

 

BOLEH JAJAN DI PINGGIR JALAN ASALKAN TANPA MSG

Fakta : Dari hasil beberapa survei, banyak orang yang masih suka jajan di pinggir jalan paling tidak 1-3 kali dalam seminggunya dengan alasan praktis, murah dan sekarang sudah banyak penjual yang mengurangi penggunaan vetsin.

Seringkali kita hanya berfokus pada resiko MSG tetapi melupakan tingginya kandungan garam, lemak dan pengawet pada makanan yang kita konsumsi tersebut, Kebersihan makanan juga hal yang perlu diperhatikan. Periksalah dahulu bahan makanan yang digunakan sebelum Anda memutuskan untuk jajan. Ya memang makanan yang benar untuk dimakan serta dapat dipertanggungjawabkan adalah masakan buatan rumah kita sendiri.

 

dari berbagi macam sumber

Gambar : www.pixabay.com

 

 

Share This:

Leave a Reply

error: Content is protected !!