Membesarkan Anak Laki-laki Bukan Sekedar Macho

Membesarkan Anak Laki-laki Bukan Sekedar Macho – Sebagai orang tua, kita dapat melakukan banyak hal untuk memastikan putra kita merasa nyaman dengan jenis gendernya. Menurut psikolog klinis, Liliana Compos, sebaiknya kita tidak mempermasalahkan perbedaan jenis kelamin dalam memperlihatkan emosi pada mereka. Sehingga si kecil mampu menyerap berbagai emosi baik perasaan haru, marah, sedih ataupun bahagia. Ajarkan sifat sabar, sensitif dan juga menghargai orang lain.

Orangtua, baik ayah maupun ibu, membantu si kecil untuk lebih menghargai putra maupun putri mereka tanpa perbedaan. Karena keduanya sama-sama membutuhkan stimulasi tentang emosi yang sama besarnya dengan stimulasi fisik maupun perasaan haru.

Berikut ini beberapa saran dalam pengasuhan anak laki-laki :

EVALUASI DIRI ANDA

Anda bisa menanyakan pada diri Anda pertanyaan berikut ini:

  • Apakah persisnya arti bagi Anda menjadi seorang ibu?
  • Apakah selama ini saya memperlakukan anak laki=laki dan anak perempuan berbeda?
  • Apakah saya terlalu lemah atau keras dengan putra saya?

Ingat tidak ada kata terlambat untuk berubah!

TETAPLAH BERPIKIRAN TERBUKA DI SETIAP TINDAKAN

Menjadi orang tua adalah tantangan untuk terus berpikir dan belajar setiap harinya. Diperlukan pula hubungan yang seimbang antara orangtua dan anak, berdasarkan usia dan kebutuhannya. Ingatlah, pengasuhan anak saat ini jauh berbeda dengan saat orangtua Anda membesarkan Anda.

JADILAH CONTOH YANG BAIK

Tugas dasar sebagai orangtua adalah mampu mengajarkan si kecil untuk mampu bekerjasama dengan orang lain, baik di dalam maupun di luar keluarganya. Jika orangtua dapat memberikan contoh yang baik, merekapun akan tumbuh menjadi orang dewasa yang menghargai orang lain, memiliki empati sebagai hal yang positif, mempunyai tanggung jawab dan mencintai sesamanya.

HINDARI PERTENGKARAN DI HADAPAN ANAK-ANAK

Perkataan dan tindakan yang agresif adalah sinyal adanya kegagalan dalam mencintai dan menghargai orang lain, terutama apa yang mereka rasakan sejak bayi dan anak-anak. Mereka juga memberikan reaksi yang sama dengna yang dicontohkan orangtuanya, baik secara negatif maupun positif. Anak-anak tidak terlahir jahat, mereka mempelajarinya melalui imitasi.

Anak laki-laki yang mampu menyakiti saudara ataupun teman sekelasnya yang perempuan; mungkin saja akibat mencontoh yang ia lihat di lingkungannya.  Baik di dalam maupun di luar rumah. Untuk menghindarinya, ciptakan lingkungan yang damai dan saling menghormati pendapat masing-masing dengan menghindari tindakan-tindakan yang agresif.

EKSPRESIKAN RASA CINTA ANDA PADANYA DENGAN BEBAS

Orangtua, ayah maupun ibu  adalah contoh utama dalam mengajarkan kasih sayang pada si kecil. Anak yang tumbuh dalam dekapan orangtua yang penuh cinta, akan tumbuh menjadi anak yang punya rasa percaya diri tinggi dan penyayang. Ajarkan anak laki-laki Anda bahwa pria juga mampu bersikap lembut dan penuh cinta. Caranya dengan mengatakan rasa cinta Anda setiap hari. Saat seorang ayah memeluk, mencium dan membelai putranya, mereka akan belajar bahwa ayah mereka tidak kurang jantannya saat melakukan hal tersebut.

 

BANTU EKSPRESIKAN PERASAANNYA

Anak laki-laki tetap butuh diajarkan sifat feminin maupun maskulin, perasaan takut, marah adalah emosi yang dimiliki semua manusia. Dan hal yang wajar dalam mengungkapkan apa yang tengah ia rasakan. Berapapun usianya, baik ia laki-laki maupun perempuan. Terus ingatkan padanya kalau menangis bukan hanya untuk anak perempuan dan menjadi laki-laki bukan berarti harus kasar dan agresif. Biarkan ia mengungkapkan rasa takutnya tanpa harus disebut sebagai penakut, banci atau lainnya. Dengan begitu ia akan menjadi laki-laki yang sehat dengan menghargai perasaan baik laki-laki maupun perempuan.

AJARKAN IA BEKERJASAMA DENGAN ORANG LAIN

Perhatikan bagaimana si kecil bersikap pada orang lain. Selain mengatakan : ” Jangan mengejek adik perempuanmu” atau ” Jangan memukulnya”; bantulah ia memahami perasaan adik perempuannya saat dibuatnya menangis atau dipukul. Hindari kalimat : kayak perempuan saja atau adik perempuanmu lebih baik dari kamu. Hal ini akan emmbuat putra Anda semakin agresif dan tersaingi oleh lawan jenisnya. Dukung sikap baiknya saat ia melakukan hal itu.

Akhirnya, ingatlah bahwa tujuan Anda adalah membesarkannya menjadi seseorang yang mampu menghargai orang lain. Bukan sekedar macho saja. Biarkan mereka mengekspresikan perasaannya, memperlihatkan kelembutannya, kehangatannya, kelemahannya dan juga kekuatannya. Ada kalanya ia merasa yakin, tapi juga merasa takut. Ajarkan juga keahlian memasak serta menonton sepak bola bersama keluarga. Ajarkan ia bagaimana menghargai orang lain, baik lelaki maupun perempuan, dan bagaimana cara mengekspresikan persaaan mereka.

 

Sumber: Majalah Wanita Mingguan LISA, No. 51/V, 23-29 Desember 2004

Penulis : Rahmi

 

 

 

 

Share This:

Leave a Reply

error: Content is protected !!