Fungsi MSG Bukan Cuma Membuat Makanan Lebih Enak

Fungsi MSG bukan cuma membuat makanan lebih enak – MSG tentunya sudah akrab sekali dengan telinga dan hidup kita. Hampir semua makanan favorit kita mengandung MSG. Pengaruhnya yang disebut-sebut karsinogenik, sering kita abaikan karena rasanya, Kita sering menghibur diri dengan pernyataan bahwa MSG aman untuk dikonsumsi dalam kadar tertentu. Walaupun sebenarnya, berapa kadar aman dan apa efek buruk MSG sendiri masih belum kita ketahui dengan pasti hingga saat ini.

Sebelum kita mengorbankan kesehatan kita, ada baiknya kita membaca hasil obrolan tentang MSG dengan dr. Gracia JMT Winatu,MS,SpGK dari RS Mitra Keluarga Kelapa Gading dan Yusnalaini Y. Mukawi, mantan ahli gizi RSPAD Gatot Subroto Jakarta.

 

LEBIH DARI ENAK

Mungkin kita sering mendengar dan membicarakan tentang MSG. Tetapi jangan-jangan kita sendiri tidak tahu apa sebenarnya MSG itu. Mungkin yang kita tahu MSG adalah bahan kimia yang manfaatnya adalah menyedapkan makanan. Menurut dr. Gracia JMT Winatu,MS,SpGK, MSG (monosodium glutamate) yang terdiri dari 12% natrium, 78% glutamat dan 10% air ini merupakan hasil fermentasi zat tepung dan tetes tebu. Proses fermentasi ini akan mengolah karbohidrat dari bahan-bahan tersebut menjadi glutamat.

Glutamat sendiri merupakan salah satu asam amino pembentuk protein yang terdapat dalam makanan dan tubuh kita. Glutamat tidak harus didapatkan dari vetsin karena makanan alami seperti daging sapi, bayam, kol, kentang, jamur, jagung dan makanan lainnya juga mengandung glutamat. Saat MSG ditambahkan pada makanan, fungsinya sama dengan glutamat yaitu menyedapkan.

Menurut Yusnalaini Y. Mukawi, manfaat glutamat alami bukan sekedar membuat rasa makanan menjadi lebih enak tetapi juga merangsang produksi cairan pencernaan sehingga daya cerna makanan menjadi lebih baik. Dan di usus halus, glutamat berfungsi sebagai sumber tenaga bagi proses penyerapan nutrisi makanan ke dalam darah. Sedangkan natrium atau sodium berperan untuk menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh, membantu kontraksi otot, membuat otak lebih berkonsentrasi dan mencegah tubuh lemas.

 

RASA BARU

Jujur saja makanan yang mengandung MSG memiliki rasa yang lebih enak dibandingkan dengan makanan yang tidak menggunakan MSG. Hal ini karena glutamat menciptakan rasa baru dalam makanan yaitu rasa umami atau gurih. Karena itu makanan yang dikurangi glutamatnya akan terasa hambar.

Yusna berkata kurang enak jika makanan yang kita makan hanya asin dan manis saja. Sekarang hampir semua makanan harus ada rasa gurihnya. Untuk menciptakan rasa gurih ini diperlukan garam dan glutamat secukupnya, tidak perlu berlebihan.

Akan lebih baik jika kita mengganti MSG buatan pabrik dengan bumbu dari bahan makanan tadi. Tetapi mengingat mengolah bahan makanan itu membutuhkan usaha lebih maka tidak mengherankan jika lebih banyak orang yang memilih untuk menggunakan MSG buatan.

“MSG dipilih karena alasan praktis dan murah. Misalnya jika ingin membuat penyedap alami, kita membutuhkan daging sapi untuk diambil kaldunya. Merebus daging butuh waktu beberapa jam untuk menghasilkan kaldu. Dan harga daging dan MSG jelas berbeda jauh. Akhirnya kita memilih untuk membeli MSG saja untuk menghemat waktu dan uang”, ujar Yusna.

JENIS MAKANAN KANDUNGAN GLUTAMAT DALAM 100G
Daging sapi 10
Daging ayam 22
Kerang 140
Udang 20
Tomat 246
Jagung 106
Terasi segar 1199
Keju parmesan 1680
Keju cheddar 182
Saus Tiram 950

BERLEBIHAN MEMBUAT ALERGI

Masalahnya, karena telah terbiasa dengan makanan gurih, kita malah menjadi ketergantungan dengan rasa itu. Malah kalau bisa, rasanya dibuat menjadi lebih gurih lagi. Akibatnya meskipun makanan kita sudah mengandung glutamat alami, kita masih saja menambahkan MSG buatan.

“Rata-rata orang membutuhkan 11 gram glutamat perhari yang harus didapatkan dari sumber protein alami. Mengkonsumsi MSG berlebihan akan menimbulkan reaksi alergi seperti gatal, mual dan gangguan lambung”, ujar dr. Gracia.

Namun Yusna menambahkan sebenarnya reaksi alergi ini akan hilang dengan sendirinya melalui proses metabolisme tubuh. Tetapi yang disayangkan jika kita terlalu sering menggunakan MSG buatan, efeknya malah malas mengolah bumbu dari bahan alami.

“Merasa makanan ber-MSG yang biasanya terdapat dalam makanan instan sudah cukup enak, kita enggan menambah bahan makanan alami yang jauh lebih sehat. Akibatnya tubuh menjadi kurang nutrisi yang disebabkan karena kekurangan makanan sehat. Padahal makanan sehat diperlukan untuk daya kerja otak dan tubuh”, jelas Yusna.

 

Sumber: Citacinta No.07/XIII

Gambar : www.pixabay.com

Share This:

Leave a Reply

error: Content is protected !!