Catatan Orangtua : Meninggalkan Si Kecil Sekolah

Catatan Orangtua : Meninggalkan Si Kecil Sekolah – Berpisah di hari pertama masuk sekolah merupakan momen yang paling sulit dilakukan, baik bagi anak maupun orang tua sendiri. Persiapan mental akan sangat membantu Anda dan si kecil mengatasi masalah perpisahan ini.

Mulai bersekolah  merupakan lompatan hidup baru yang harus dilalui bukan saja oleh si kecil tapi juga orangtuanya. Meskipun di sekolah anak akan mendapatkan kegiatan yang positif, namun perubahan lingkungan akan membuat dia maupun orangtuanya merasa stres. Berpisah dari seseorang dan lingkungan yang aman serta penuh kasih sayang ke lingkungan baru yang asing, tentu akan membuatnya ketakutan dan merasa tidak nyaman.

Menurut psikolog, Willian Sears, M.D., kecemasan saat harus berpisah atau separation anxiety ini sangat umum terjadi pada orangtua dan anak-anak di hari pertama masuk sekolah. “Kebanyakan orangtua tidak ingin meninggalkan anaknya begitu saja di sekolah, karena mereka ingin tahu apakah buah hatinya akan terpelihara dan memastikan ia aman di lingkungan barunya, saat si kecil tidak ia tangani sendiri.” tutur psikolog dari Amerika Serikat ini.

Tetapi bila orangtua merasa salah telah memasukkan si kecil ke Taman Bermain, tentu bukan hal yang umum. Bagi Sears, perasaan ini akan semakin mempersulit keduanya untuk berpisah. ” Tapi bila seorang anak enggan berpisah dari orangtuanya, ini wajar terjadi. Sejak dini anak telah memiliki keterikatan pada orangtuanya dan merasa aman dengan lingkungan serta kegiatannya di rumah. Sehingga perasaan ini akan ada saat ia harus berada dan bertemu dengan lingkungan lain.”

Untuk mengatasi kesulitan, saat harus melepaskan si kecil bersekolah; berikut ini beberapa nasehat yang diberikan Sears pada orangtua saat mulai memasukkan buah hatinya ke sekolah :

Kenali perasaan Anda sendiri

Anak sangat sensitif dalam mengenali kadar emosi dan tingkah laku orangtuanya. Jika ragu untuk menyerahkan penangan para tenaga pengajar, tentu akan semakin sulit melepaskan si kecil ke lingkungan baru. ” Oleh karena itu, penting bagi orangtua dalam mencari Taman Bermain yang membuat Anda nyaman sebelum mendaftarkan si kecil. Jelaskan pula padanya, kegiatan dan permainan apa saja yang akan membuatnya tertarik. Jangan bersikap permisif bila ia meminta Anda menemani.”

Kenali temperamennya

Anda pasti lebih tahu karakter si kecil dibandingkan orang lain. Melalui pengetahuan ini, berikan keyakinan untuk melalui masa transisi ini dengan baik. Bila ia termasuk anak pemalu dan lamban, ada baiknya memberi waktu untuk memperkenalkan orang-orang dan lingkungan barunya.

Perkenalkan terlebih dahulu padanya

Kecemasan akan jauh berkurang jika ia sudah mengenal terlebih dahulu dengan tenaga pengajar dan kegiatan-kegiatan yang ada. Ajak si kecil saat mensurvei Taman Bermain. Cari cara untuk meningkatkan ketertarikannya pada sekolah sehingga ia akan lebih bersikap positif saat harus berpisah dengan orangtua.

Kenalkan lingkungan barunya secara bertahap

Salah satu strategi dalam mengatasi kecemasan ini adalah dengan cara bertahap. Bila memungkinkan, biarkan di hari pertama ia masuk hanya 1 (satu) jam dan terus meningkat di hari berikutnya sampai ia terbiasa dengan lingkungan barunya.

Tingkatkan rasa percaya dalam dirinya

Salah satu penyebab si kecil takut berpisah adalah rasa ketakutan akan ditinggalkan. Berikan pengertian bahwa perpisahan itu hanya untuk sementara. Coba katakan, ” Mama akan kembali setelah adik makan siang nanti.” Jelaskan pula apa yang Anda lakukan selama mereka berpisah. Tekankan kalau Anda pasti akan kembali menjemputnya.

Tinggalkan sesuatu untuknya

Kadang beberapa benda kesayangan seperti boneka, bantal atau lainnya bisa membuatnya nyaman selama ditinggalkan. “Banyak orangtua yang telah membuktikan manfaat ini.” tukas Spears.

Komunikasikan dengan para pengasuh

Pengasuh di Taman Bermain merupakan “sahabat baik” dalam mengatasi masalah ini. Mereka sudah mengerti dan berpengalaman mangahadapi permasalahan ini. Jangan lupa memberitahukan pada mereka bila si kecil membutuhkan tindakan ekstra atau kebutuhan tertentu. Jangan takut pula meminta nasehat dari mereka.

Berikan salam perpisahan

Sebelum pergi, berikan pelukan atau sedikit nasehat. Sesudah itu, ucapkan selamat tinggal dan segera pergi. Hindari terus memperhatikan saat ia masuk kelas karena ini akan membuat keadaan semakin sulit. Tekan pula keinginan untuk mengintip kegiatannya. Hargai perasaan si kecil karena saat Anda mengintip hanya akan meningkatkan kecemasan dan ketakutannya, serta menghancurkan kepercayaannya.

Bagi Spears, menghilangkan kecemasan saat menitipkan si kecil ke Taman Bermain, perlu proses dan dilakukan secara bertahap. ” Lama-kelamaan ia akan mulai merasakan manfaat dan kegembiraan saat melakukan kegiatan rutin di sekolah. Karena sebenarnya sekolah merupakan kegiatan yang mengasikkan bagi mereka,” ungkapnya.

 

Sumber: Majalah Mingguan Lisa, No. 32/V/5-11 Agustus 2004

Share This:

Leave a Reply

error: Content is protected !!