Berat Badan Turun Setelah 50 Tahun Mengurangi Resiko Kanker Payudara

Berat Badan Turun Setelah 50 Tahun Mengurangi Resiko Kanker Payudara – Menurut penelitian, penurunan berat badan setelah kita berusia 50 tahun dapat mengurangi resiko menderita penyakit kanker payudara. Sekelompok peneliti melihat manfaat hilangnya paling sedikit 4,5 pounds (sekitar 2 kilogram).

Para dokter yang mengatakan bahwa penurunan berat badan dapat mengurangi resiko kanker payudara, akhirnya memiliki dasar yang kuat di pihak mereka. Sebuah penelitian yang diterbirkan di hari Selasa dalam JNCI : Journal of the National Cancer Institute menemukan bahwa para wanita pasca menopause dapat mengurangi resiko terkena kanker payudara jika mereka dapat mengurangi berat badan, walaupun dalam jumlah kecil.

“Kelebihan berat badan diketahui dapat menyebabkan kanker payudara pada wanita pasca menopause,” tulis pimpinan penelitian, Lauren Teras, PhD. Beliau adalah seorang direktur ilmiah untuk penelitian epidemiologi pada American Cancer Society yang menginformasikan kepada Health bahwa pertanyaan pentingnya adalah dapatkah kita membaliknya? Percaya atau tidak, ini bukanlah hal yang para peniliti tahu dengan pasti. Telah lama mereka berharap bahwa hal ini benar, tetapi bukti ilmiah belum ada saat itu.

Dan kini, telah ditemukan buktinya. para peneliti telah menganalisa data dari 10 studi prospektif secara terpisah. Studi ini melibatkan 180.000 wanita diatas usia 50 tahun yang telah diikuti jejaknya selama satu dekade. Hampir 7.000 wanita didiagnosa kanker payudara selama waktu itu, menurut data yang dikumpulkan.

Para wanita yang telah mengalami menopause dan mampu menjaga kestabilan berat badannya lebih dari 10 tahun; para peneliti menemukan bahwa wanita yang berat badannya turun paling sedikit 4,5 pounds (sekitar 2 kilogram) – dan mampu menjaganya selama 5 tahun. Mereka mempunyai resiko munculnya kanker payudara 13% lebih rendah. Semakin berkurangnya berat badan akan membawa dampak yang lebih besar atas resiko kanker. Dengan penurunan berat badan sebanyak 20 pounds (sekitar 9 kilogram) secara berkelanjutan, para wanita akan menurunkan resiko menderita kanker payudara sampai sekitar 25%, ungkap Teras pada NBC News. (Para peneliti menjelaskan faktor resiko lain yang dapat berdampak pada obesitas dan atau resiko kanker payudara seperti tingkat aktivitas fisik dan apakah wanita tersebut menjalani terapi penggantian hormon).

“Hal ini sangat penting karena 40% wanita di seluruh dunia dan lebih dari dua pertiga wanita di Amerika Serikat yang mengalami kelebihan berat badan atau bahkan obesitas. Karena itu resiko terkena kanker payudara juga menjadi meningkat”, ungkap Teras. “Mengingat bahwa kanker payudara umumnya wanitalah yang didiagnosa kanker payudara, pertanyaan apakah penurunan berat badan dapat mengurangi resiko kanker payudara adalah sangat penting bagi kesehatan masyarakat.”

Walaupun penelitian ini dibatasi pada wanita berusia 50 tahun ke atas, Teras menekankan bahwa sangat penting bagi wanita di segala usia untuk menjaga berat badan sehat. Hal ini untuk menghindari berbagai macam akibat buruk pada kesehatan. Hal penting yang dapat diambil dari penelitian ini menunjukkan bahwa jika wanita mengalami penambahan berat badan, tidak terlalu terlambat untuk segera menurunkan resiko kanker payudara dengan menurunkan berat badan. Pada wanita yang kehilangan 20 pounds atau lebih dan mungkin menggemuk lagi (tetapi tidak semua), resiko kanker payudara mereka masih lebih rendah daripada mereka yang tidak kehilangan berat badan sama sekali.

Akan tetapi haruslah dicatat bahwa penelitian ini hanya menunjukkan hubungan antara kanker payudara dan penurunan berat badan, tidak memiliki hubungan sebab-akibat. Ini masih merupakan temuan penting dalam hal diagnosa kanker payudara, terutama kanker payudara yang masih merupakan hal yang paling mematikan kedua setelah kanker kulit pada wanita di Amerika Serikat. (The American Cancer Society memperkirakan resiko rata-rata wanita terkena kanker payudara adalah sekitar 13%).

Baik mencapai maupun menjaga berat badan sehat, American Cancer Society merekomendasikan olahraga teratur, setidaknya 150 menit pada intensitas cukup atau 75 menit pada intensitas penuh setiap minggunya. Serta membatasi atau menghindari alkohol untuk mengurangi resiko kanker payudara.

 

Sumber : www.health.com

Penulis : Claire Gillespie

Gambar : pixabay.com

Share This:

Leave a Reply

error: Content is protected !!