Bahaya Amandel Di Usia Dewasa

Bahaya Amandel Di Usia Dewasa – Banyak yang menganggap amandel sebagai gangguan kesehatan pada anak-anak. Padahal orang dewasapun bisa terkena. Seberapa bahaya dan bagaimana mengatasinya? Berikut ulasan Indah C. Putri.

Sudah seminggu Nabila merasa tenggorokannya panas. Menelanpun sulit sekali untuk dilakukan. Selain itu, ia juga terserang demam. Saat memeriksakan diri, dokter menyatakan amandelnya sudah membesar dan berwarna merah akibat peradangan. Mendengar penjelasan dokter, Nabila terkejut. Ia tak menyangka amandelnya akan bermasalah saat usianya telah dewasa.

Kenyataannya, apa yang dialami Nabila bukanlah hal luar biasa. Radang amandel memang banyak diderita orang dewasa. Penyebabnya antara lain adalah keteledoran dalam menjaga kesehatan. Kondisi tubuh yang sedang tidak fit dan pengaruh makanan yang tidak sehat membuat virus dan kuman cepat melekat. Akibatnya, sistem kerja amandel menjadi terganggu.

 

Hal ini  diungkapkan Dr. D. Ramschie, spesialis THT dari Rumah Sakit Pusat Pertamina Pertamedika. Bahkan menurutnya, radang amandel pada orang dewasa seringkali terabaikan sehingga dapat menimbulkan kematian.

“Secara garis besar, radang amandel merupakan suatu kondisi yang menunjukkan telah terjadi infeksi pada saluran nafas bagian atas. Biasanya organ amandel (tonsil) yang letaknya di sisi kanan dan kiri tenggorokan paling serius diserang,” jelas dokter Ramschie.

AMANDEL SEBAGAI PENYARING

Pada dasarnya, radang amandel (tonsilitis) diakibatkan oleh infeksi virus dan bakteri. Amandel sebenarnya mempunyai tugas penting yaitu untuk menyaring bakteri dan virus yang dapat menyebabkan  terjadinya infeksi yang lebih berbahaya lagi. Bentuk amandel yang bergelombang tidak rata  (fili-fili) serta berlubang-lubang seperti busa membuatnay gampang menyimpan dan menyerap kotoran seperti sisa makanan, kuman mati dan lain sebagainya.

Ada beberapa cara medis sederhana yang dapat kita amati untuk mengetahui apakah sudah terjadi peradangan atau tidak pada amandel. Diantaranya adalah :

  1. Demam tinggi. Hal ini menandakan tubuh mendeteksi zat asing yang ada di dalam tubuh.
  2. Rasa sakit pada organ yang bersangkutan yaitu amandel
  3. Jika diperhatikan, amandek menjadi kemerahan.
  4. Terjadinya pembesaran amandel

Akibat keempat hal diatas, otomatis amandel tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Selain itu, tenggorokan terasa perih (sakit), menelan sangat sulit, sakit kepala berkepanjangan disertai demam dan kehilangan suara serta terjadinya pembesaran / pembengkakan kelenjar getah bening di sekitar rahang dan leher.

AKIBAT VIRUS DAN BAKTERI

Radang amandel yang terjadi pada anak ataupun dewasa, penyebabnya sama yaitu virus dan bakteri yang masuk ke  dalam tubuh melalui rongga hidung atau mulut. Di sini, amandel bertugas sebagai filter (penyaring) yaitu menyelimuti organisme yang berbahaya tersebut dengan sel-sel darah putih.

Tugas menyaring virus dan bakteri inilah yang memicu terjadinya infeksi ringan pada amandel. Radang amandel akan muncul jika amandel sudah merasa kewalahan menahan infeksi virus atau bakteri. Terdapat beberapa virus da bakteri yang sering menyebabkan radang amandel antara lain virus Epstein-Barr yang dapat menyebabkan penyakit kissing disease atau mononucleosis (penyakit akibat radang) dan bakteri Streptococcus pyogenes yang dapat menyebabkan timbulnya radang tenggorakan.

BISA BERBAHAYA

Amandel sebetulnya bukanlah suatu penyakit yang berbahaya dan menakutkan. Namun jika tidak diobati dengan serius bisa menyebabkan terjadinya abses (bernanah). “Jika sudah terjadi abses, resikonya kematian. Abses akan turun lagi ke rongga dada. Di rongga dada terdapat bayak organ tubuh yang vital seperti jantung dan paru-paru,” jelas dr. Ramschie.

Dokter Ramschie juga menambahkan bahwa amandel pada orang dewasa dapat menyebabkan terjadinya penyumbatan jalan nafas yang disebabkan tonsil yang membesar (membengkak). Kejadian ini biasanya terjadi saat orang sedang terlelap dan bisa menyebabkan kematian (sleep apnea).

Pada orang dewasa, ada beberapa prosedur dalam mengatasi radang amandel yaitu :

PEMERIKSAAN LABORATORIUM

Biasanya sebelum dilakukan pengobatan lebih jauh, akan dilakukan pemeriksaan atau tes kultur di laboratorium. Kultur dari sisa tenggorokan diambil agar dapat diketahui kuman atau virus apa yang bersarang di sana.

OPERASI

Alternatif terakhir adalah operasi (pembedahan). Tindakan ini biasa dilakukan jika amandel sudah dalam kondisi terinfeksi atau sudah membesar sehingga dapat mengganggu saluran napas. “Operai memang menjadi alternatif terakhir. Ini tidak akan ditempuh selama pemberian obat-obatan oral dapat mengatasi peradangan amandel tersebut. Kalau amandelnya masih bisa dipertahankan, kenapa harus dioperasi bukan?” jelas dr. Ramschie.

Menurut dr. Ramschie, orang dewasa banyak mengalami gangguan amandel ini karena kebanyakan tiadk perduli dengan apa yang dikonsumsi. Jika memang ingin terhindar dari penyakit ini, ada beberapa hal yang dapat dilakukan, yaitu :

  1. Jika kita alergi terhadap suatu jenis makanan, sebaiknya hindari terus. Alergi merupakan salah satu pemicu terjadinya peradangan.
  2. Hindari makanan yang dapat menimbulkan iritai seperti cabai atau gorengan terutama yang menggunakan minyak bekas.
  3. Kurangi, jika perlu hindari makanan yang diawetkan seperti asinan atau manisan.
  4. Jika terasa ada yang tidak nyaman dengan tenggorokan, segera lakukan pemeriksaan ke dokter ahli.

Pada prinsipnya, radang amandel bukanlah suatu penyakit yang menakutkan. Hanya saja, jika tidak cepat diatasi dengan pengobatan yang tepat dan cepat, bisa terjadi komplikasi pada organ tubuh lain. Inilah yang harus kita hindari.

TIPS MENGHINDARI RADANG AMANDEL

Salah satu kunci untuk menghindari terjadinya radang amandel adalah dengan menerapkan gaya hidup sehat. Selain itu, ada beberapa tips lain yang bisa dicoba yaitu :

  1. Biasakan untuk selalu mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan air mengalir
  2. Hindari minuman atau makanan yang didinginkan
  3. Rutin berkumur dengan air garam, minimal 2 kali sehari
  4. Banyak mengkonsumsi air putih atau sari buah segar
  5. Melakukan terapi antibiotik – atas petunjuk dokter – untuk mencegah komplikasi dan sebelum radang menjadi bertambah parah

Sumber: Majalah Sekar – Edisi 81/12 tahun 2012

Share This:

Leave a Reply

error: Content is protected !!