Bagaimana Mendeteksi Anak Dengan Alergi atau Sensitif Terhadap Makanan

Bagaimana Mendeteksi Anak Dengan Alergi atau Sensitif Terhadap Makanan – Alergi dan sensitif terhadap makanan pada anak-anak meningkat jumlahnya. Pada sekitar tahun 1997 dan 2011, anak dengan alergi terhadap makanan meningkat hingga 50%, dan ini terjadi pada sekitar 5,9 juta anak di Amerika Serikat saja. Sementara angka statistik ini secara khusus berfokus pada alergi makanan, mereka tidak memperhitungkan jumlah anak yang mengalami sensitivitas terhadap makanan yang juga merupakan hal yang tidak menyenangkan bagi anak-anak. Hal yang digarisbawahi dari hal ini adalah semakin banyak anak yang memiliki reaksi terhadap makanan yang mereka makan.

 

 

Apa perbedaan alergi terhadap makanan dan sensitif terhadap makanan?

Ada beberapa hal yang membedakan antara sentitif terhadap makanan dan reaksi alregi terhadap makanan. Perbedaan pertama adalah reaksi langsung yang muncul. Alergi terhadap makanan biasanya ditandai dengan munculnya beberapa tanda yang cukup mencolok seperti batuk, bersin ataupun muntah. Sedangkan sentitif terhadap makanan biasanya membutuhkan waktu lebih lama untuk bereaksi dan sering kali bisa berjam-jam untuk dapat diketahui. Perbedaan lain adalah alergi makanan memunculkan reaksi histamin sedangkan sentitif terhadap makanan tidaklah demikian. Saat mengalami sensitif terhadap makanan, orang biasanya menunjukkan reaksi negatif terhdap makanan itu.

MUNTAH

Jika bayi atau anak Anda muntah secara teratur tanpa adanya deman atau tanda infeksi lain, hal ini biasanya mengindikasikan adanya reaksi terhadap makanan yang telah dimakannya.

SERING BUANG AIR BESAR

Jika Anak Anda masih menggunakan popok, mungkin cukup sulit jika mereka buang air besar secara terus menerus. Sebagai catatan, jika buang air besar ini mengandung lebih banyak air maka dapat makanan yang dimakan dapat dicurigai sebagai penyebab adanya sensitivitas terhadap makanan yang dikonsumsi tersebut.

 

TIDAK MENGALAMI KENAIKAN BERAT BADAN

Jika anak-anak mengalami sentitivitas terhadap makanan yang mereka makan, tubuh mereka sering kali akan segera mengeliminasi makanan tersebut. Ini akan mengganggu pencernaan dan penyerapan makanan mereka dan akibatnya akan berdampak buruk pada penambahan berat badan mereka.

RUAM-RUAM PADA KUKIT

Jiak muncul ruam-ruam pada kullit, ini sering kali adalah tanda umum adanya reaksi dari tubuh anak Anda terhadap sesuatu. Reaksi ini terjadi karena banyak faktor diantaranya adalah makanan, pakaian, sabun cuci ataupun produk perawatan bayi. Karena itu adalah cukup bijaksanan jika Anda harus mempertimbangkan hal-hal ini yang mungkin adalah penyebab iritasi yang terjadi pada tubuh anak Anda.

MASALAH PERNAFASAN

Saat kita mengalami alergi, sistem pernafasan kita akan mencoba melawan mereka agar tidak menyerang tubuh. Selama proses ini terjadi, paru-paru mengeluarkan cairan lendir. Karena inilah mengapa anak-anak yang mempunyai alergi seringkali mengalami masalah pernafasan dan juga hidung yang berair.

SERING MENANGIS ATAU KOLIK

Saat bayi atau balita Anda merasakan ketidaknyamanan pada sistem pencernaannya akibat sensitif terhadap makanan ataupun alergi, mereka seringkali mengekspresikannya dengan menangis atau kolik. Hal ini terjadi karena mereka masih sulit untuk mengungkapkannya dengan kata-kata yang tepat untuk menjelaskan rasa sakit yang mereka rasakan. Yang dapat mereka lakukan adalah menangis untuk menyampaikan pesan yang ingin mereka sampaikan.

TANDA-TANDA LAIN

Tanda-tanda lain yang merupakan reaksi terhadap makanan yang harus diperhatikan antara lain adalah mengompol. masalah perilaku dan perhatian, eksim, kelelahan, konstipasi, adanya lingkaran hitam dibawah mata, kentut, infeksi telinga dan sakit kepala yang terjadi secara rutin. Jika Anda menemukan adanya alergi atau sensitivitas terhadap makanan pada anak Anda, ada baiknya Anda menghapus makanan tersebut dari daftar konsumsi anak Anda. Jika gelaja ini membaik, itu akan mengkonfirmasikan bahwa makanan tersebut adalah penyebab masalah pada kesehatan anak Anda.

 

Penulis : Lilian Presti

Sumber : http://naturallysavvy.com/

Gambar : www.pixabay.com

Share This:

Leave a Reply

error: Content is protected !!