5 Penyebab Berat Tubuh Tak Kunjung Turun

5 Penyebab Berat Tubuh Tak Kunjung Turun – Berat badan tidak turun-turun juga walau Anda sudah berolahraga mati-matian. Mungkin ada yang salah dengan cara Anda melakukannya. Coba simak artikel berikut agar latihan yang Anda  menunjang program penurunan berat badan.

Selama ini Anda rajin melakukan olahraga tetapi hasilnya tidak juga terlihat hasilnya. Jangan putus asa dan langsung menghentikan program latihan Anda karena mungkin ada saja yang salah dalam cara Anda melakukan program tersebut.

Berikut  adalah contoh beberapa kesalahan yang lazim dilakukan seperti :

Saya latihan  teratur di pusat kebugaran sebanyak 3 (tiga) kali seminggu

Latihan di pusat kebugaran selama 3 (tiga) kali seminggu memang sangat baik untuk menjaga kebugaran serta menurunkan berat badan. Agar latihan ini benar-benar maksimal hasilnya, Anda harus memastikan bahwa program latihan tersebut dijalankan dengan baik sesuai dengan yang diberikan oleh pelatih. Sebagai contoh, banyak yang datan ke pusat kebugaran ternyata menghabiskan lebih banyak waktunya untuk sekedar bersosialisasi atau gaul dibandingkan dengan berolahraga.

Jika ini yang Anda lakukan, tentunya tidaklah heranjika berat tubuh tidak kunjung turun walau Anda rajin mengunjungi pusat kebugaran. Waktu yang dihabiskan untuk bersosialisasi tersebut akan menggerogoti jatah waktu olahraga Anda.

Kesalahan lain yang kerap dilakukan di pusat kebugaran adalah olahraga sambil diselingi dengan hal lain misalnya lari di treadmill sembari menonton TV, aerobik sambil bercakap-cakap. Hal ini tidak dilarang tetapi nyatanya “pekerjaan selingan” ini akan membuat Anda tidak berkonsentrasi dengan olahraga yang dilakukan hingga akhirnya Anda melakukannya asal-asalan. Hasil yang didapatpun tentu tidak maksimal. Segala “selingan” ini dari segi fisik juga tidak dianjurkan karena jika Anda mengambil jeda terlalu lama antara latihan yang satu dengan berikutnya, maka otot tubuh akan kembali ke keadaan istirahat. Sehingga Anda perlu melakukan pemanasan kembali untuk latihan berikutnya. Untuk itu, cobalah latihan yang padat dalam jangka waktu 30-45 menit yaitu 20 menit latihan kardio (jantung) seperti latihan sepeda atau lari di treadmill, kemudian langsung dilanjutkan dengan 10-15 menit latihan beban.

Alat pengukur kalori di treadmill menyatakan bahwa saya sudah membakar 500 kalori

Alat olahraga yang sifatnya latihan kardio seperti treadmill, sepeda statis, elliptical trainer kini rata-rata dilengkapi dengan alat pengukur digital yang mengukur berapa banyak kalori yang telah dibakar selama Anda berlatih menggunakan alat tersebut. Yang jadi pertanyaan adalah seberapa jauh keakuratan pengukuranannya?

Alat kadio yang paling canggihpun pada saat ini hanya mampu untuk mengukur pengeluaran kalori berdasarkan data standar yang dihubungkan dengan tinggi serta berat badan. Padahal untuk secara efektif mengetahui pengeluaran kalori harus ada data tambahan seperti jumlah massa otot serta lemak yang ada pada tubuh. Juga jenis olahraga yang dilakukan serta seberapa keras Anda melakukannya juga sangat mempengaruhi misalnya lari di mesin treadmill lebih berat dibanding mengayuh sepeda statis. Karena ketika lari, Anda benar-benar bertumpu pada kekuatan tubuh sehingga kalori yang dikeluarkanpun mungkin lebih besar.

Sebagai patokan efektif tidaknya latihan olahraga yang dilakukan, cobalah untuk melakukannya lebih dari 5 (lima) menit pada kecepatan yang tidak memungkinkan Anda untuk melakukannya sambil mengobrol.

Saya berlatih keras di pusat kebugaran pagi tadi sehingga sekarang pada saat makan siang, saya boleh makan sebanyak yang saya mau

Melakukan latihan olahraga baik di pusat kebugaran maupun di tempat lainnya, selain sangat bermanfaat untuk kebugaran, juga sangat menunjang penurunan berat tubuh. Tetapi tentunya hal ini bukan alasan untuk makan secara gila-gilaan.

Sebagai ilustrasi, seorang wanita dengan berat tubuh 70 kg yang lari di treadmill selama 30 menit, kira-kira akan membakar kalori sejumlah 300. Hal ini sangat baik untuk tubuh tetapi harus diingat bahwa 300 kalori itu kira-kira hanya setara dengan nasi setengah pirind dengan sedikit lauk. Karenanya Anda harus tetap memperharikan jumlah asupan kalori harian.

Di pesta semalam, saya menghabiskan waktu di lantai dansa. Itu termasuk olahraga

Tentu saja! Segala kegiatan yang membuat tubuh bergerak dan mengeluarkan keringat jauh lebh baik dibandingkan duduk bermalas-malasan. Tetapi Anda juga harus menghitung jumlah kalori yang masuk dalam tubuh selama Anda mengkonsumsi makanan dalam pesta tersebut. Kalori yang masuk melalui makanan tersebut akan bertambah lebih banyak lagi jika Anda mengkonsumsi minuman beralkohol. Karenanya berdansa di pesta bukanlah alasan kuat untuk berhenti berolahraga.

Saya pilih yoga karena saya benci sekali latihan kardio dan aerobik, toh para bintang Hollywood selalu bertubuh langsing berkat yoga

Memang para bintang Hollywood diantaranya Gwyneth, Madonna, Jennifer Lopez; semua rajin berlatih yoga. Memang benar, mereka semua memiliki tubuh yang langsing sekaligus kencang dan kuat. Yoga sendiri mampu untuk meningkatkan fleksibilitas serta orot sehingga pada akhirya akan meningkatkan metabolisme tubuh. Tetapi, selain yoga, para bintang ini juga melakukan latihan olahraga standar seperti aerobik dan angkat beban, Menurut Gunnar Peterson, pelatih olahraga Jennifer Lopez dan Madonna, selain yoga, kedua muridnya ini juga melakukan latihan aerobik dan angkat beban serta jogging dan push up. Semua ini masih ditambah lagi dengan latihan tari yang bisa menghabiskan waktu lebih dari 5 jam tiap harinya. Jadi, tidak mengherankan bukan jika mereka bertubuh langsing?

Jika tujuan Anda menurunkan berat badan maka latihan aerobik, kardio seperti jogging dan bersepeda serta latihan beban merupakan program yang paling cocok. Ini sangat baik jika ditambah dengan latihan yoga.

Beberapa jenis latihan yoga memang terasa berat dan agak susah untuk dilakukan. Tetapi banyak jenis latihan yoga yang sama sekali tidak membuat seseorang mengeluarkan keringat sekalipun. Dianjurkan untuk menambah latihan kardio pada keseluruhan latihan Anda karena yoga biasanya tidak memacu jantung Anda bekerja lebih berat dan lebih cepat; seperti pada latihan aerobik, lari, jogging atau senam. Oleh karena itu, tetaplah melakukan latihan-latihan olahraga konvensional dipadu dengan latihan yoga. Pasti tubuh akan lebih sehat dan berat tubuh akan tetap terkendali

 

Penulis : Ardi

Sumber : Majalah Wanita Mingguan Lisa, No, 51/V. 23-29 Desember 2004

Share This:

Leave a Reply

error: Content is protected !!