5 Kombinasi Makanan yang Harus Dihindari

5 Kombinasi Makanan yang Harus Dihindari – Salah satu cara untuk memulai memikirkan kombinasi makanan sehat adalah mempertimbangkan penggunaan konsep waktu. Beberapa makanan membutuhkan waktu yang lama untuk dapat dicerna. Makanan lain membutuhkan waktu yang lebih cepat. Rata-rata buah-buahan membutuhkan waktu 30-60 menit untuk dicerna, sayuran, biji-bijian dan kacang-kacangan membutuhkan waktu sekitar satu sampai dua jam; daging dan ikan yang dimasak membutuhkan waktu kurang lebih tiga sampai empat jam untuk dicerna dan kerang-kerangan membutuhkan bahkan empat sampai delapan jam untuk dapat dicerna.

Saat Anda mengkombinasikan makanan dengan beberapa waktu “transit”, mungkin saja masalah terjadi. Mengapa? Karena bisa saja pencernaan kita tidak seefisien mungkin. Misalnya, Anda makan makanan yang terdiri dari udang dan nenas. Karena nenas dikombinasikan dengan udang yang proses pencernaannya lambat, maka makanan ini akan berada di perut Anda lebih lama dari seharusnya. Akibatnya, gula dalam fermentasi buah manis dapat menyebabkan kembung dan perut berisi gas.

Dari titik tersebut, bisa saja masalah yang timbul semakin banyak. Jika makanan membusuk di perut atau usus, bukan dicerna dengan efisien oleh pencernaan kita, maka kita tidak menyerap semua nutrisinya. Kapan saja Anda sapat mengalami pembusukan itu dan hal itu menyebabkan munculnya gas beracun dalam tubuh bahkan yang bersifat karsiogenik. Gas ini membutuhkan energi karena itu organ lain harus bekerja lebih keras untuk detoksifikasi tubuh, Racun yang timbul dalam sistem tubuh kita ini juga dapat menyebabkan kelelahan, mudah tersinggung, sakit kepala, bau nafas yang tidak sedap. Dan lama-kelamaan dapat menyebabkan kolitis, pembengkakan, konstipasi, artritis, tekanan darah tinggi dan masalah lain yang tidak menyenangkan.

 

Pada akhirnya, kunci untuk kombinasi yang baik dan tidak baik adalah dengarkan tubuh Anda. Tidak hanya mengikuti serangkain aturan yang ada. Kenapa tidak mencobanya? Tidak ada biaya apapun bahkan terkadang dapat membantu Anda untuk meringankan gejala yang timbul. Lagi pula, eksperimen kecil ini mungkin dapat membuat Anda merasa lebih baik.

Berikut adalah beberapa kombinasi makanan yang dapat Anda coba, dan jika tidak terjadi dengan baik, pertimbangkan untuk dihindari :

BUAH SAAT ATAU SETELAH MAKAN

  • Strawbery pada salad
  • Mango salsa pada ikan
  • Pai apel atau berry segar untuk hidangan pencuci mulut

Mengapa? Buah-buahan diproses dan dicerna oleh usus dengan cepat. Bila Anda menggabungkan buah-buahan dengan makanan yang membutuhkan waktu cerna yang lebih lama seperti daging, biji-bijian ataupun buah-buahan yang mengandung kadar air rendah seperti pisang, buah kering ataupun alpukat; maka makanan-makanan ini akan berada di perut Anda lebih lama dan mulai berfermentasi. Karena dikondisi ini buah benar-benar bertindak seperti gula.

Bhaswati Bhattacharya,MD, seorang konselor kesehatan holistik dan dokter di kota New York menyatakan bahwa gula sebenarnya tidak mudah dicerna. Menurut Ayurveda, hal ini dikarenakan berat dan membutuhkan banyak energi untuk memprosesnya. Itulah sebabnya buah harus dimakan secara terpisah. Bhaswati Bhattacharya menambahkan bahwa buah-buahan terutama buah segar dan musiman adalah makanan dengan energi murni dan juga merupakan makanan yang lengkap. Jika menggabungkannya dengan protein ataupun karbohidrat maka emergi murni yang terkandung akan hilang.

Cara makan yang benar : Makanlah buah 30-60 menit sebelum Anda makan makanan utama Anda. Saat buah dimakan terpisah pada kondisi perut kosong sebelum makan, maka buah akan membantu menyiapkan saluran pencernaan sebelum makan besar datang. Air juga akan membersihkan dan membasahi saluran pencernaan, serat menyapu dan membersihkannya serta enzim akan membantu mengaktifkan proses kimia pencernaan. Maka, dengan makan buah sebelum makan besar akan membuat saluran pencernaan lebih mampu menyerap nutrisi.

Setelah makan, tunggulah sekitar paling sedikit 3 (tiga) jam sebelum Anda makan buah. Sebaiknya makanlah buah secara terpisah terutama melon karena mengandung gula dan enzim tinggi yang spesifik untuk tiap-tiap jenis melon. Jika ingin bereksperimen dengan penggabungan makanan, makan buah saja merupakan awal langkah yang hebat.

PROTEIN HEWANI DAN TEPUNG

Contohnya :

  • Daging dan kentang
  • Ayam dan pasta
  • Roti lapis (sandwich) dan kalkun

Mengapa ? Para ahli meyakini bahwa jika protein hewani dimakan bersamaan dengan karbohidrat seperti daging dan sepotong roti atau kentang, cairan pencernaan yang berbeda akan saling meniadakan efektivitas masing-masing. Protein akan berubah dan karbohidrat akan berfermentasi. Hal ini akan menghasilkan gas dan perut kembung.

Menurut Bhaswati Bhattacharya, menggabungkan enzim protein dan karbohidrat pada waktu yang bersamaan, pada dasarnya akan membuat semuanya menjadi tidak bersih.  Namun dia juga mengakui bahwa kebanyakan tubuh manusia cocok dengan makanan tradisional seperti nasi, sushi dan tentu saja daging dan kentang. Kombinasi kacang-kacangan dan nasi juga merupakan kombinasi protein lengkap yang sehat sehingga tidak termasuk dalam kategori kombinasi yang buruk. Nasi dan kacang-kacangan mempunyai efek sinergis yang mempromosikan asimilasi lebih baik dari masing-masing jenis saat digabungkan.

Cara makan yang benar : Gabungkan protein dan pati dengan sayuran tanpa tepung. Jika Anda menggabungkan protein hewani dan tepung, tambahkan sayuran berdaun hijau untuk mengurangi efek buruknya.

 

LEMAK DENGAN PADUAN MAKANAN YANG SALAH

Contohnya :

  • Zaitun dan roti
  • Tuna dan mayonais

Mengapa ? Lemak membutuhkan garam yang dihasilkan oleh hati dan kantong empedu. Mencampurnya dengan bahan kimia pencernaan yang lain dapat menyebabkan masalah. Menurut Donna Gates dalam bukunya The Body Ecology Diet (Hay House 2011), sebagai contoh, sejumlah besar lemak dan protein dapat memperlambat percernaan. Bhaswati Bhattacharya mengatakan bahwa lemak dan minyak perlu dikombinasikan sesuai dengan kebiasaan pencernaan orang yang memakannya. Jika dikombinasikan dengan benar, lemak membangun energi dan menginduksi makanan untuk dibawa dengan lebih baik ke hati. Lemak harus dihindari saat energi di usus sangat rendah.

Cara makan yang benar : Donna Gates merekomendasikan untuk menggunakan sedikit saja lemak terutama minyak organik dan tidak melalui proses pemurnian seperti minyak zaitun dan minyak kelapa. Juga disarankan untuk mengkombinasikan lemak protein seperti alpukat, biji dan kacang-kacangan dengan sayuran yang tidak mengandung tepung. Direkomendasikan untuk selalu menyertakan sayuran berdaun hijau setiap kali mengkonsumsi lemak.

 

CAIRAN DAN MAKANAN

Contohnya :

  • Minum selama makan
  • Menggabungkan jus dengan makanan
  • Teh setelah makan

Mengapa ? Air melewati perut dalam waktu sekitar 10 menit, sedangkan jus membutuhkan waktu sekitar 15-30 menit. Cairan apapaun didalam perut Anda dapat mengencerkan enzim yang dibutuhkan tubuh Anda dalam mencerna protein, karbohidrat dan lemak.

Cara makan yang benar : Minumlah air sebanyak yang Anda inginkan setidaknya 10 menit sebelum Anda makan. Jika setelah makan, tunggulah sekitar 1 (satu) jam untuk dapat minum – atau dapat lebih lama jika Anda makan makanan yang lebih kompleks.

 

DUA JENIS SUMBER PROTEIN KONSENTRAT

Contohnya :

  • Bacon dan telur
  • Kacang dan yoghurt
  • Makanan laut khususnya kerang-kerangan dan daging (Surf and turf)

Mengapa? Protein yang terkonsentrasi membutuhkan waktu yang lama untuk dapat dipecahkan, membutuhkan energi yang banyak dan melelahkan bagi sistem pencernaan. Di Ayurveda, kombinasi daging yang berbeda atau daging dengan ikan harus dihindari.

Cara makan yang benar : Sebaiknya makanlah daging di bagian terakhir makanan Anda. Makanan pertama seharusnya bukanlah daging tetapi sayuran ringan atau protein. Daging harus menjadi hidangan terakhir karena energi dan enzim pencernaan berada pada puncaknya. Jangan pernah menunggu lebih dari 10 (sepuluh) menit jeda pada makanan yang sama atau jika nafsu makan ataupun enzim perncernaan mulai turun. Sebaiknya tambahkan sayuran berkadar air tinggi seperti bawang, kembang kol, brokoli atau selada / lettuce.

Sumber : experiencelife.com 

 

Share This:

Leave a Reply

error: Content is protected !!