15 Dasar Etika Makan (Table Manner) Yang Perlu Diketahui

15 dasar etika makan (table manner) yang perlu diketahui – Berikut adalah beberapa tis dasar etika makan (table manner) yang perlu kita ketahui sebelum kita hadir pada jamuan-jamuan makan formal. Semoga bermanfaat.

 

SERBET

Bukalah serbet dan hamparkan di atas pangkuan,. Jika serbetnya lebar, Anda dapat membukanya setengah saja dan letakkan di atas pangkuan Anda. Serbet ini fungsinya untuk membersihkan mulut Anda saat makan atau saat selesai makan bukan untuk membersihkan peralatan makan.

Jika jamuan makan dilakukan di restoran, maka setelah Anda duduk segera letakkan serbet di pangkuan. Tetapi jika jamuan makan dilakukan di rumah pribadi, maka tunggulah sampai tuan rumah meletakkan serbet di pangkuannya terlebih dahulu barulah diikuti oleh para tamu. 

Jika Anda ingin meninggalkan meja makan dan akan kembali lagi setelahnya, letakkan serbet di sandaran kursi atau di kursi. Jika Anda tidak ingin kembali makan, maka letakkan diatas meja. Ini mengindikasikan bahwa peralatan makan Anda dapat dibersihkan dari atas meja.

 

TUNGGU ABA-ABA

Tunggulah aba-aba dari tuan rumah untuk mulai makan. Biasanya setelah  semua makanan tersedia di meja maka tuan rumah atau nyonya rumah akan memberikan isyarat bahwa perjamuan makan segera dimulai. Sebelum tuan rumah mengambil sendok atau garpu, sebaiknya para tamu tidak mulai mengambil makanan apapun yang tersedia diatas meja.

 

JANGAN PERNAH BERMAIN PONSEL

Jika Anda telah berada di meja makan, janganlah bermain dengan ponsel Anda. Sebaiknya ponsel Anda disimpan dalam keadaan getar atau silent sehingga tidak mengganggu tamu lain yang berada di sekeliling meja makan. Walaupun jamuan makan belum dimulai, sebaiknya tidak mengeluarkan ponsel Anda atau sekedar meletakkannya diatas meja.

Jika benar-benar harus menjawab telepon, sebaiknya Anda meminta maaf untuk meninggalkan meja makan sejenak dan menjawab telepon diluar. Minta maaflah saat telah kembali ke meja makan.

 

MENGUNYAH MAKANAN

Kunyahlah makanan dengan mulut tertutup dan tidak menimbulkan suara kecapan atau mengunyah tanpa suara. Jangan juga bersendawa saat makan karena hal ini sangatlah tidak sopan. Jangan pula berbicara saat mulut Anda masih penuh dengan makanan.

 

POSTUR TUBUH

Selama proses makan berlangsung, duduklah dengan tegak dan tidak bersandar pada sandaran kursi.  Juga jangan terlalu miring ke depan ataupun meletakkan kedua siku dan tangan diatas meja makan agar tidak saling berbenturan dengan tamu disamping kita.

 

ANGKAT SENDOK

Selama jamuan berlangsung, angkatlah sendok mendekati mulut. Jangan sampai postur tubuh Anda membungkuk untuk makan makanan Anda. Intinya sendok yang mendekati mulut kita bukan mulut kita yang merunduk menghampiri makanan yang hendak kita makan.

Ini juga berlaku saat kita makan sup. Karena itu jangan mengambil kuahnya terlalu banyak sehingga tidak menetes kemana-mana. Untuk mengambil makanan yang disajikan diatas meja, gunakan pisau dan garpu. Hanya seledri, buah, snack kering, buah kering, permen, jagung, roti, irisan kentang goreng yang boleh dimakan dengan dipegang tangan.

 

MAKANAN DALAM MULUT

Jika Anda telah memasukkan makanan ke dalam mulut, kunyah dan telan. Jangan sampai Anda mengeluarkan makanan itu kembali. Jika Anda ingin minum setelah menelannya, pastikan Anda telah menelan makanan tersebut. Minum bukan untuk mendorong makanan yang ada dalam mulut Anda. Perlu diperhatikan untuk menyeka mulut sebelum minum air agar minyak atau kotoran di sekitar mulut tidak mengotori gelas Anda.

Serpihan makanan atau biji buah, sebaiknya dibuang terlebih dahulu ke telapak tangan sebelum diletakkan ke atas piring. Jangan sampai langsung mengeluarkannya dari mulut ke piring. Begitu pula dengan tulang ayam, buanglah diatas garpu terlebih dahulu baru ke atas piring. Untuk tulang ikan, bisa diletakkan di atas telapak tangan baru diletakkan ke piring. 

Jangan pernah meminta tusuk gigi untuk mengeluarkan makanan diantara gigi Anda. Jika perlu melakukannya, lebih baik Anda meminta ijin ke kamar kecil dan membersihkannya disana.

 

MENCICIPI MAKANAN

Usahakan untuk mencicipi semua makanan yang disajikan walaupun dalam porsi kecil saja. Ini adalah etika untuk menghormati tuan rumah. Jika memang tidak menyukai makanan yang disajikan, Anda boleh mengatakan : Tidak, terima kasih.

Jika kita tidak suka dengan main coursenya, ada baiknya Anda memotong hidangan tersebut ke dalam potongan kecil seperti seolah kita menikmatinya. Lalu kumpulkan lagi di tengah piring saat waktu menikmati hodangan utama telah selesai. Kumpulkan sisa makanan di tengah piring sedangkan garpu dan pisau dalam posisi selesai.

Ketika nyonya tumah menawarkan makanan, Anda boleh menyodorkan piring bersama pisau dan garpu kepadanya atau kepada petugas. Jika tidak ditawari, Anda tidak dapat meminta tambah karena hal itu akan dinilai tidak sopan.

Beberapa makanan yang perlu menunggu nyonya rumah mempersihahkan sebelum kita santap adalah roti, mentega, selai, acar, buah kering dan permen.

MENGENDUS MAKANAN

Sangatlah dilarang makanan yang disediakan oleh tuan rumah. Begitu pula dilarang untuk meminta bumbu tambahan baik itu garam, merica, saus dan bumbu lain setelah mencicipi sajian dinilai dangat tidak sopan.

 

LETAK PERALATAN MAKAN

Peralatan makan yang diletakkan di bagian terluar akan digunakan untuk hidangan pembuka. Lalu berurutan ke dalam. Jadi peralatan makan di tengah untuk hidangah utama dan yang berada paling dalam untuk hidangan penutup. Untuk piring, gunakan piring yang berada di susunan paling atas untuk hidangan pertama berlanjut hingga piring terakhir.

Bila ada tamu yang tidak sengaja memecahkan peralatan makan, nyonya rumah hendaknya dengan tenang membersihkannya dan mengatakan bahwa semua baik-baik saja dan menghibur tamunya.

 

MAKAN DENGAN TANGAN

Ada beberapa makanan yang dapat dipegang dengan tangan terutama roti sebagai makanan pembuka. Anda dapat menyobek roti ke dalam ukuran sekali suap dan oleskan butter pada roti jika tersedia.

Berikut adalah makanan yang dapat dimakan dengan menggunakan tangan :

  1. Roti – potonglah roti atau muffin ke dalam potongan kecil dengan menggunakan tangan sebelum Anda mengolesnya dengan butter.
  2. Daging – jika potongan daging terlalu tebal, makanlah dengan menggunakan pisau dan garpu. Tetapi jika terlalu kering, sobeklah daging dengan garpu dan makanlah dengan menggunakan tangan.
  3. Jika tuan rumah menggunakan tangan, maka Anda boleh mengikutinya.
  4. Makanan yang bisa langsung dimakan dengan menggunakan tangaan adalah jagung dengan tongkolnya, iga yang disajikan dengan tulangnya, lobster, kepiting, tiram yang disajikan dengan cangkangnya, sayap ayam, sandwich, buah zaitun, seledri, dan kue kering.

 

MENYANTAP DAGING

Untuk menyantap daging, potonglah dengan pisau di tangan kanan dan memakannya dengan garpu di tangan kiri. Jika hidangan dalam bentuk sate, lepaskan daging dari tusukannya sebelum Anda menikmatinya. Untuk makanan berupa daging atau ikan, setelah digunakan, garpu dihadapkan ke bawah dan jika akan digunakan lagi untuk menyuapkan makanan, garpu diangkat lagi keatas.

 

MINUMAN PANAS

Teh dan kopi panas biasanya disajikan setelah makanan penutup. Untuk mendinginkan minuman panas, jangan pernah meniupnya tetapi gunakan sendok untuk mengaduknya. Jangan lupa untuk mengelurkan sendok waktu akan meminum minuman Anda. Posisikan sendok teh menghadap ke bawah disisi tatakan cangkir.

Jika Anda meminum teh dengan menggunakan teh celup, setelah selesai proses mencelup, jangan lupa untuk meletakkan kantung teh ke tatakan cangkir.  Posisikan cangkir mendekati mulut, bukan menggunakan sendok. Tinggalkan sendok pengaduk di tatakan cangkir.

 

MINUM ANGGUR

Jika disuguhkan anggur, perlu diperhatikan cara memegang gelas anggur ini. Jika disuguhkan anggur merah, peganglah bagian kaki gelas. Sedangkan jika anggur putih, peganglah bagian badan gelas.

JIka Anda tidak minum anggur, Anda dapat membalikkan gelas anggur atau yang lebih sopan adalah meletakkan jari Anda pada bibir gelas saat anggur mulai akan dituangkan pada gelas Anda.

 

SELESAI MAKAN

Jika jamuan makan telah selesai, letakkan piring dan garpu berdampingan dalam keadaan tertelungkup di tengah piring untuk menandakan bahwa makan telah selesai.

Jangan meninggalkan meja sebelum tuan dan nyonya rumah berdiri. Meninggalkan perjamuan makan saat proses makan masih berlangsung adalah hal yang kurang sopan. Setelah berdiri, hendaknya tamu pria membantu tamu wanita untuk mengembalikan kursi ke tempat semula.

Serbet seharusnya diletakkan kembali diatas meja tanpa perlu dilipat ke lipatan semula.

 

disadur dari berbagai sumber

Gambar : www.pixabay.com

 

 

Incoming search terms:

  • arti membalikkan sendok
  • arti sendok dan garpu setelah makan
  • arti sendok s
  • etika meletakkan sendok garpu setelah makan
  • table manner setelah selesai makan

Share This:

Leave a Reply

error: Content is protected !!